Demokratisasi di lumbung Demokrat

Anas Urbaningrum, "mendesakkan demokratisasi (eksternal) lebih mudah ketimbang mempraktekkannya di dlm. Kadar "demokrat" seseorang diuji justru dari "dalam".

Anas Urbaningrum: Mundurnya Menkeu Sebagai Penyejuk Politik

Jakarta (ANTARA) - Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR, Anas Urbaningrum, menyayangkan mundurnya menteri Keuangan Sri Mulyani, namun patut dihargai karena menjadi penyejuk kondisi politik saat ini.

"Mundurnya Sri Mulyani sebetulnya agak disayangkan. Tetapi sikap itu patut dihargai karena sikap Sri Mulyani yang ksatria dan tidak egosentris," kata Anas Urbaningrum ketika dihubungi di Jakarta, Rabu.

Lebih lanjut Anas menjelaskan dinamika politik pascapansus Bank Century telah membuat hubungan antara pemerintah dan parlemen "memanas".

Namun, dengan mundurnya Menkeu Sri Mulyani diyakininya hubungan tersebut kembali akan membaik, karena sebagian kalangan di parlemen kehilangan "sasaran tembak".

"Mundurnya Menkeu bisa menjadi faktor penyejuk politik nasional," kata Anas.

Lebih lanjut Anas juga mengatakan kehadiran Sri Mulyani di Bank Dunia juga akan memberikan makna positif bagi kepentingan ekonomi Indonesia.

http://id.news.yahoo.com/antr/20100505/tpl-anas-urbaningrum-mundurnya-menkeu-se-cc08abe.html?utm_source=yahoo_indonesia&utm_medium=twitter

Ketua Umum Demokrat

Anas, "Tidak ada alasan untuk saling berkampanye negatif karena seluruh kandidat Caketum PD (Partai Demokrat) adalah sahabat, termasuk tim pendukungnya.

Kasus Bank Century

Anas Urbaningrum, "FPD (Fraksi Partai Demokrat)  tdk berada dlm posisi kalah pd kasus Bank Century sebab fokus utama adalah mengungkap kasus seterang-terangnya, transparan & akuntabel.

Hak Angket DPR

Sbg Ketua Fraksi Partai Demokrat (PD),  saya meminta semua anggota Fraksi Partai Dempkrat (FPD) mendukung usul hak angket. Demi tegaknya kebenaran dan keadilan. Salam

Koalisi dan Demokrasi

Menjelang terbentuknya Kabinet Presiden SBY Jilid II, wacana koalisi makin berkembang jauh. Ide membangun koalisi pemerintahan yang kuat, efektif dan produktif, termasuk dengan basis dukungan yang besar dan permanen dinilai berbeda. Ada yang menilai sebagai konsekuensi dari sistem presidensial yang berlatar demokrasi multipartai. Tanpa dukungan koalisi yang besar, kuat dan permanen, harapan bagi terbangunnya pemerintahan yang makin efektif dan produktif akan menemui kendala di lapangan.